Warung Bebas
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Sunday, 27 January 2013

Contoh Proposal Untuk Kegiatan Umum

Contoh Proposal Untuk Kegiatan Umum

Proposal yaitu satu wujud rancangan aktivitas yang dibikin didalam wujud resmi serta standar. Untuk meringankan pengertian proposal yang disebut didalam catatan ini, kita bisa membandingkannya dengan arti �proposal penelitian� didalam pendidikan yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang dalam membuat penelitian berupa skripsi, tesis atau disertasi. Didalam dunia ilmiah, proposal yaitu satu rancangan design penelitian (usulan penelitian) yang dapat dikerjakan oleh seorang peneliti perihal satu bahan penelitian. Proposal penelitian ini, umumnya mempunyai satu wujud, dengan beragam standar spesifik layaknya pemakaian bahasa, sinyal baca, kutipan dan lain-lain.
Proposal yang sekarang dibicarakan didalam artikel ini yaitu mengarah pada Proposal Kegiatan Umum yang kerap dipakai sebagai usulan atau rancangan kegiatan. Wujud proposal ini mempunyai banyak kemiripan dengan jenis �proposal penelitian� yang dipakai didalam dunia ilmiah, tetapi dikarenakan karakternya yang lebih umum maka lebih lentur didalam pemakaian bahasa serta tidak terlampau kaku didalam aturan penulsan. Tetapi, meskipun lebih bebas, penulisan mesti mengperhatikan kaidah-kaidah serta sistematika spesifik, supaya bisa dengan gampang dipahami oleh orang-orang yang membacanya.
Penulisan proposal yaitu satu langkah penggabungan dari beragam rencana yang sudah dibikin didalam tahap-tahap pada mulanya. Ini bermakna, tanpa terlebih dulu lakukan beberapa langkah sebagaimana yang di jabarkan didalam buku ini, maka kemungkinan besar dalam penulisan proposal dapat menjumpai kesusahan.
Sistematika Penulisan Proposal
  1. Pendahuluan :
    • Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
    • Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata)
    • Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telahdibahas sebelumnya.
  2. Dasar Pemikiran :
    • Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Program kegiatan RT/RW setempat, Meningkatkan rasa nasionalisme, dsb.
    • Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah, Undang-Undang, dsb.
  3. Tujuan :
    • Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
    • Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa. Contoh :
      - Merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
      - Memeriahkan hari kemerdekaan RI
  4. Tema,Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut
  5. Jenis Kegiatan :
    • Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu
    • Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
  6. Target : berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan, terutama mengenai ukuran-ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan. Contoh : Target acara ini adalah untuk memeriahkan hari Kemerdekaan RI yang jatuh tanggal 17 Agustus dan memberikan hiburan serta memupuk rasa nasionalisme warga.
  7. Sasaran/Peserta : Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta)
  8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan : Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
  9. Anggaran Dana : Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri
  10. Susunan Panitia : Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
  11. Jadwal Kegiatan :
    • Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya
    • Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
  12. Penutup :
    • Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
    • Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
    • Terakhir, diikuti dengan lampiran

Wednesday, 9 January 2013

Contoh Karya Seni 3 Dimensi

Contoh Gambar Karya Seni 2 Dimensi

Contoh Teks Drama Tentang Ham






Tuesday, 25 December 2012

Dongeng Anak Gadis yang Jatuh Cinta pada Pohon Oak





Dongeng Anak Gadis yang Jatuh Cinta pada Pohon Oak. Konon, di sebuah desa di perbukitan ada seorang anak gadis yang sangat cantik dan mempesona. Anak gadis tersebut bernama Oryu. Dia mempunyai kebiasaan untuk mengunjungi sebuah pohon oak besar yang tumbuh di atas bukit dekat desanya. Dia percaya bahwa pohon oak besar tersebut mempunyai roh penghuni. Ia sering datang ke tempat itu untuk memberikan persembahan.
Suatu saat Oryu bertemu dengan seorang pria muda yang tampan. Oryu dan pria muda tersebut saling jatuh cinta. Sebenarnya, pria tampan tersebut merupakan penjelmaan dari roh penghuni pohon oak besar yang selama ini ia kunjungi. Sejak saat itu, kebiasaan untuk mengunjungi pohon oak besar di atas bukit dihentikan. Sebagai gantinya Oryu dan pria tersebut saling bertemu di desanya. Pada saat malam ketika Oryu dan pria itu tidak bisa saling bertemu, angin akan berhembus daro arah bukit dengan membawa serta bau harum pohon dan beberapa lembar dauh pohon oak sampai ke jendela kamarnya.
Pada suatu hari, wajah sang pria kelihatan begitu sedih. Oryu memberanikan diri untuk bertanya.
“Hari ini engkau kelihatan sedih, ada apa gerangan?” tanya Oryu penuh perhatian.
“Setelah saat ini mungkin aku sudah tidak akan bisa lagi bertemu denganmu” kata sang pria dengan sedih.
“Kenapa kau bilang begitu? Ada apa? Kenapa kita tidak bisa bertemu lagi?” tanya Oryu agak bingung.
Tetapi sang pria tidak menjawabnya. Ia diam seribu bahasa.
Saat itu tersebar berita bahwa para bangsawan di Istana Kyoto akan membangun sebuah istana baru yang sangat besar. Karena itu mereka membutuhkan bahan kayu yang besar dan banyak pula. Di tempat lain tidak ada pohon oak yang sebesar yang ada di atas bukit itu. Keliling pohon oak di atas bukit itu sepanjang kurang lebih tiga meter, sudah pasti ia akan ikut ditebang untuk pembangunan istana di Kyoto.
Beberapa hari kemudian, akhirnya kekhawatiran sang pria menjadi kenyataan. Beberapa orang petugas penebang pohon berdatangan ke atas bukit. Mereka menyiapkan kapak yang besar-besar dan gerobak untuk mengangkut kayu pohon. Karena pohon oak tersebut sangat besar, maka waktu 1-2 hari tidak cukup untuk dapat merobohkannya. Namun, selain itu ada hal aneh yang terjadi. Setiap kali para penebang pohon itu menebang beberapa bagian batang pohon, keesokan harinya bekas tebangan tersebut telah hilang. Tidak ada bekas luka tebang pada pohon tersebut. Para penebang tersebut sangat bingung, berhari-hari mereka berusaha untuk menebang pohon oak tersebut tapi belum juga berhasil.
Sesungguhnya, setiap malam ketika para penebang itu tertidur, angin kencang bertiup ke arah pohon oak tersebut. Hembusan angin yang kencang itu membawa terbang serpihan-serpihan kayu bekas tebangan. Kemudian serpihan-serpihan kayu tersebut dihembuskan angin dan menempel kembali ke luka bekas tebangan. Demikianlah, akhirnya pohon tersebut utuh kembali keesokan harinya.
Setelah merasa frustasi dan bingung, pada suatu hari datanglah salah seorang istri penebang kayu. Dia mengatakan bahwa semalam bermimpi mengenai pohon oak tersebut. Dalam mimpinya ia mendapat petunjuk cara menebang pohon besar itu. Menurut petunjuk mimpi tersebut, setiap kali menebang pohon itu, serpihan-serpihan kayunya harus dikumpulkan dan langsung dibakar. Demikian seterusnya hingga serpihan kayu terakhir saat pohon tersebut roboh. Akhirnya, para penebang pun mencoba melakukan pekerjaannya sesuai petunjuk dalam mimpi tersebut. Dan ternyata berhasil. Pohon oak yang kelilingnya tiga meter itu dapat ditumbangkan. Setelah memotong batang pohon itu menjadi beberapa potong, para penebang itu lalu menaikkan ke atas gerobak. Namun hal aneh terjadi lagi. Gerobak pembawa pohon oak tersebut tidak bisa digerakkan maju. Akhirnya pimpinan penebang itu mengusulkan agar mereka meminta tolong Oryu di desa karena Oryu yang selama ini memberi persembahan kepada sang pohon. Mungkin roh penghuni pohon itu akan mau menuruti perkataan Oryu. Setelah Oryu berada di depan gerobak, maka gerobak itupun mau berjalan hingga ke Kyoto. Tidak beberapa lama kemudian, istana baru di Kyoto berhasil dibangun dengan sempurna

Dongeng Anak Jack dan Pohon Kacang

 Dongeng Anak Jack dan Pohon Kacang

 

Dongeng Anak Jack dan Pohon Kacang. Dahulu, ada seorang ibu dan anak muda yang tinggal di sebuah desa. Anak muda tersebut bernama Jack. Kehidupan mereka tergolong miskin. Harta mereka yang ada hanya seekor sapi, yang lama kelamaan produksi susunya semakin berkurang. Menyadari hal itu, sang ibu pun berencana menjual sapi yang mereka miliki, kemudian uangnya akan dipergunakan untuk membeli gandum. Rencananya, gandum tersebut akan ditanam di ladang dekat rumah mereka.
Keesokan harinya, Jack membawa sapi miliknya ke pasar. Di tengah jalan menuju ke pasar, Jack bertemu dengan seorang kakek. Sang kakek menegurnya, “Hai Jack, maukah engkau menukar sapimu dengan kacang ajaib ini?”. “Apa, menukar sebutir kacang dengan sapiku?” kata Jack terkejut. “Jangan menghina, ya! Ini adalah kacang ajaib. Jika kau menanamnya dan membiarkannya semalam, maka pagi harinya kacang ini akan tumbuh sampai ke langit, kata kakek itu menjelaskan. “Jika begitu baiklah,” jawab Jack.
Sesampainya di rumah, Ibu Jack sangat terkejut dan marah. “Benar-benar bodoh kau! Bagaimana mungkin kita hidup hanya dengan sebutir biji kacang?” Saking marahnya, sang Ibu melempar biji kacang tersebut keluar jendela. Tapi apa yang terjadi keesokan harinya? Ternyata ada pohon raksasa yang tumbuh sampai mencapai langit. “Wah, ternyata benar apa yang dikatakan oleh kakek itu, gumam Jack”. Lalu dengan hatihati ia langsung memanjat pohon raksasa itu. “Aduh, mengapa tidak sampai juga ke ujung pohon ya?” kata Jack dalam hati. Tidak berapa lama kemudian, Jack melihat ke bawah. Ia melihat rumah-rumah menjadi sangat kecil.
Akhirnya Jack sampai ke awan. Di sana ia bisa melihat sebuah istana raksasa yang mengerikan. “Aku haus dan lapar, mungkin di istana itu aku menemukan makanan,” gumam Jack. Sesampainya di depan pintu istana, ia mengetuknya dengan keras. “Kriek…” pintu yang besar itu terbuka. Ketika ia menengadah, muncul seorang wanita yang besar. “Ada apa nak?”, kata wanita itu. “Selamat pagi, saya haus dan lapar, bolehkah saya minta sedikit makanan?”
Wah, kau anak yang sopan sekali. Masuklah! Makan di dalam saja, ya!” kata wanita itu ramah. Ketika sedang makan, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang keras, Duk Duk! Ternyata suami wanita itu yang datang. Ia adalah Raksasa Pemakan Manusia. Dengan cepat wanita itu berkata pada Jack. “Nak, cepatlah sembunyi! Suamiku datang.” “Huaaa!. Aku pulang. Cepat siapkan makan!” teriak raksasa itu. Jack menahan nafas di dalam tungku. Raksasa itu tiba-tiba mencium bau manusia. Lalu ia mengintip ke dalam tungku.
Cepat-cepat istrinya berkata,”Itu bau manusia yang kita bakar kemarin. Sudahlah tenang saja. Ini makanannya sudah siap.” Setelah makan, raksasa mengeluarkan pundi-pundi yang berisi uang emas curiannya, sambil meminum minuman keras. Lalu ia mulai menghitung Tak berapa lama ia mabuk dan akhirnya tertidur. Melihat hal itu, Jack segera keluar dari persembunyiannya. Sebelum pulang, ia mengambil uang emas hasil curian si raksasa itu sambil berjalan mengendapendap.
Jack terus menuruni pohon kacang dan akhirnya sampai di rumah. “Ibu! lihatlah emas ini. Mulai sekarang kita jadi orang kaya.” “Tak mungkin kau mendapat uang sebanyak ini dengan mudah. Apa yang kamu lakukan?” Lalu Jack menceritakan semua kejadian pada ibunya. “Kau terlalu berani Jack! Bagaimana jika raksasa itu datang untuk mengambilnya kembali,” kata ibunya dengan kuatir. Semenjak mendapatkan uang emas, tiap harinya Jack hanya bersantai-santai saja dengan uang curiannya.
Tidak berapa lama, uang hasil curiannya pun habis. Jack kembali memanjat pohon kacang, untuk menuju ke istana. “Eh kau datang lagi. Ada apa?” kata istri raksasa itu. “Selamat siang Bu. Karena saya belum makan dari pagi, perutku jadi lapar sekali.” Ibu yang baik itu diam saja, tapi ia tetap memberi Jack makan siang. Tiba-tiba. Duk Duk Duk! Terdengar suara langkah kaki raksasa. Seperti dulu, Jack kembali bersembunyi di tungku.
Setelah masuk ke rumahnya, raksasa itu makan dengan lahapnya. Setelah itu ia meletakkan ayam hasil curiannya ke atas meja sambil berkata, “Ayam, keluarkan telur emasmu.” Lalu ayam itu berkokok, “kukuruyuuk.,” ia mengeluarkan sebutir telur emas. Raksasa merasa puas, ia minum sake sampai akhirnya tertidur. “Telur emas? Wah hebat!” pikir Jack. Diam-diam ia menangkap ayam itu dan cepat-cepat lari pulang ke rumah. Dengan ayam petelur emasnya, Jack kembali bersantai-santai saja. “Daripaada kau mencuri, lebih baik bekerja di ladang saja”, kata Ibu Jack. Karena tiap hari ayam itu mengeluarkan telur lebih dari seharusnya, ayam itupun mati. Jack kembali lagi ke istana raksasa itu. Dan lagi-lagi ia bersembunyi di tungku, ketika raksasa laki-laki pulang sambil membawa harpa. Sambil minum sake, raksasa berkata,” Hai harpa, mainkan sebuah melodi yang indah.” Keajaiban pun terjadi, harpa itu memainkan sendiri sebuah melodi indah. Lagu itu membuat sang raksasa tertidur.
Jack mempunyai niat mencuri harpa itu. Ia pun mengulurkan tangannya, tapi “Tuan, ada pencuri!” tiba-tiba harpa itu berteriak. Raksasa itu pun terbangun. Ia segera mengejar Jack yang berlari sambil membawa harpa milik raksasa itu. Raksasa terus mengejar, menuruni pohon kacang. Ketika hampir sampai di bawah, Jack berteriak dengan suara kera. “Ibuu!. Ambilkan kapak dari gudang! cepat! cepat! Betapa terkejutnya sang Ibu melihat sosok raksasa yang datang mengejar Jack, ia gemetar karena amat takut. Begitu turun dari pohon, Jack segera menebang pohon kacang itu dengan kapaknya.
Dengan suara yang keras, pohon kacang rubuh. Raksasa itu pun jatuh ke tanah, dan mati. Ibu sangat lega melihat Jack selamat. Sambil mengangis ia berkata : “Jack, jangan lagi kau melakukan hal yang menyeramkan seperti ini. Betapapun miskinnya kita bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Dengan bersyukur kepada Tuhan, pasti kita berdua akan hidup dengan baik.” “Maafkan saya Ibu, mulai sekarang saya akan bekerja dengan sungguhsungguh, kata Jack pada Ibunya.” Sejak saat itu, Jack bekerja dengan rajin setiap harinya.
Di sebelahnya, harpa memainkan melodi-melodi indah yang menambah semangat kerja Jack. Cerita tentang harpa ajaib telah menyebar ke seluruh pelosok negeri. Pada suatu hari, seorang putri cantik datang mengunjungi Jack. Tidak seperti biasanya, harpa memainkan sebuah melodi indah yang membuat sang Putri terpesona. Lalu harpa bernyanyi : “Kalau Putri dan Jack menikah, akan berbahagia.” Mendengar lagu itu, pipi sang Putri memerah. Akhirnya Jack menikah dengan Putri yang cantik tersebut berkat bantuan harpanya.
Sejak saat itu Jack menjadi seorang raja yang suka menolong orang-orang yang kesusahan.